Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang saya kasihi,
Puja Mandala bagaikan sebuah Taman Surgawi di atas bukit Kampial yang menerbitkan kumbang berwarna-warni bagi dunia. Ia terpatri di pertiwi ini dengan pesan bahwa sesungguhnya berbeda itu indah. Di sinilah berdiri lima tempat ibadah yang didatangi oleh para pemeluknya dari berbagai latar belakang suku, bangsa dan budaya yang berbeda-beda seakan-akan semakin menegaskan bahwa keberbedaan itu adalah kehendak Illahi. Di bukit inilah para penziarah mencari sumbesumber air yang keluar dari Mata Air Surgawi.
Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, bagaikan Ibu Surgawi yang selalu terbuka tangan dan hatinya menrima putera dan puterinya untuk dibawanya kepada Yesus Sang Putera. Saat ini kami sedang memikirkan untuk membangun gedung Gereja yang sekarang sudah mulai rapuh pada beberapa bagiannya dan keterbatasan fasilitas ruang liturgy dan pertemuan serta semakin bertambahnya umat dari tahun ke tahun.
Bersama umat dan panitia yang dipercaya untuk pembangunan Gereja ini, sebagai Pastor Gereja Katolik Maria Bunda segala Bangsa, saya sangat mendukung berbagai upaya dan kerja nyata demi terciptanya sebuah Gereja yang pantas dan layak demi kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan umat yang dating dari pelbagai macam suku, bangsa dan budaya dengan Kristus sebagai Kepalanya dan Maria sebagai Bunda perantara rahmat.
Akhirnya dari hati yang tulus saya dating untuk mengetuk pintu hati Bapak, Ibu, Saudara-saudari, para dermawan, untuk menyumbang dana demi pembangunan yang dimaksud sembari mengucapkan limpah terima kasih dan berdoa kiranya Tuhan membalas budi baikmu.
“Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus,
dan hujan lebat ke atas tanah yang kering,
Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu,
dan berkat-Ku ke atas anak-cucumu”
(Yesaya 44:3)
Nusa Dua, 6 Desember 2006
Salam hormat kami
Pastor Gereja Katolik
Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua Bali
|