Tahun 1995 yang lalu Gereja ini dibangun dengan dana yang sangat minim dan juga tergesa-gesa. Seiring dengan perkembangan waktu, jumlah umat yang semula 300 berkembang menjadi 2000. Melihat kondisi seperti ini bangunan Gereja pun mengalami penambahan ruang utnuk memenuhi kebutuhan umat. Hal ini membuat pondasi bangunan menjadi tambal sulam yang akhirnya menyebabkan konstruksi bangunan, tata ruang, dan interior menjadi sangat memprihatinkan.
Bertitik tolak dari situasi dan kondisi tersebut, kami Pengurus Dewan Pastoral Gereja Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua, sepakat untuk merencanakan pembangunan gedung Gereja Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua Bali dengan membentuk kepanitiaan untuk menangani kegiatan tersebut.
Kami mohon dukungan, kerjasama dan bantuan dari semua pihak untuk terwujudnya dan tersedianya tempat ibadah kita bersama yang memadai, aman dan nyaman. Sebagai umat Katolik yang universal, kami tetap membuka diri bagi kehadiran semua umat Katolik yang ingin datang untuk beribadah di Gereja kami, baik bagi semua umat Katolik di wilayah Keuskupan Denpasar, maupun para wisatawan domestik (di luar Keuskupan Denpasar) dan wisatawan dari manca negara yang mau mengikuti perayaan liturgy Gereja mingguan dan hari-hari raya gereja.
Semoga nanti, dengan terwujudnya bangunan Gereja Maria Bunda Segala Bangsa yang baru, semakin menggairahkan kita semua untuk mengembangkan iman kita melalui kegiatan – kegiatan gereja kita, dan sekaligus kita mampu memberi kesaksian hidup sebagai murid – murid Kristus yang sejati.
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang
supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga”
(Matius 5 : 16)
Nusa Dua, 6 Desember 2006
Salam Hormat Kami
Dewan Pastoral Gereja Katolik
Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua Bali
Yulius Leo Suprobo
Ketua
|